2

Alasan Masuk departemen Kimia

Posted by MEYLINDA PUTRI N FADILLAH on November 23, 2010 in academic |

KIMIA

Ilmu kimia (chemistry) adalah ilmu yang
menyelidiki sifat dan struktur zat, serta
interaksi antara materi-materi penyusun zat. http://www.kimianet.lipi.go.id/

Bagi sebagian besar siswa dan mahasiswa mendengar kata kimia merupakan sesuatu yang menyeramkan. Tapi hal ini tidak berlaku bagi saya. Mendengar kata tersebut membuat rasa keingintahuan dan penasaran semakin besar. Menurut saya kimia itu ilmu yang unik ilmu yang selalu kita gunakan dalam kehidupan sehari – hari. Mengapa kimia masuk dalam salah satu jurusan menantang?. Salah satu alasan utamanya yaitu banyaknya tugas-tugas, dan quiz yang akan dilalui para mahasiswa dijurusan ini. Bahkan quiz menjadi makanan harian para mahasiswa jurusan kimia. Meski demikian seorang calon kimiawan sejati tentunya akan tetap bertahan di jurusan ini, bahkan sebaliknya mereka akan menikmati setiap tantangan yang diberikan selama masa kuliah. Apalagi alasannya kalau bukan kecintaannya pada kimia.

http://www.muridoke.com/index.php/article/open/20/jurusan_kuliah_paling_menantang
Pertama kali saya mendapatkan pembelajaran tentang kimia adalah saat SMA.begitu mengetahui saya akan belajar kimia di SMA sangat merasa sangat senang dan sangat penasaran untuk mengetahui bagaimana pelajaran kimia itu. Padahal banyak kakak kelas dan orang – orang mengatakan bahwa kimia itu sulit.

Hari pertama saya mendapat pembelajaran kimia saya merasa tertantang dan ingin mengenal lebih dalam lagi. Kata pepatah “tak kenal maka tak sayang” maka saya berusaha mengenal dan mencoba mengerti kimia. Saya terus berusaha dan mempelajari kimia lebih dalam. Di sisi lain guru saya juga terus memotivasi saya untuk lebih dalam lagi mempelajari kimia. Dan Alhamdulillah berkat usaha dan doa saya nilai kimia saya selalu tinggi. Saya juga sempat mewakili SMA saya untuk mengikuti olimpiade kimia tingkat SMA se-Kabupaten.

Hal itulah yang membuat saya sekarang memilih jurusan Kimia untuk melanjutkan studi saya.jujur sebenarnya cita – cita saya ingin menjadi pegawai bank bahkan samapi sekarang pun tiap ditanya tentang cita –cita saya selalu menjawab cita – cita saya adalah pegawai bank. Tapi mengapa memilih jurusan kimia?? Pertanyaan itulah yang sering saya dengarakan dari orang – orang bahkan kadang hati saya juga bertnya seperti itu. Timbul pertanyaan, kalau kita mengambil pekerjaan yang “tidak sesuai” dengan kuliah kita, bukankah ilmu kita sia-sia?

Tidak juga. Toh waktu berkuliah kita akan belajar bagaimana memecahkan masalah secara sistematis, bagaimana berpikir dengan logis, bagaimana menghadapi bermacam-macam orang, dan bagaimana berdiplomasi. Ini semuanya adalah ilmu yang sangat penting dalam pekerjaan dan berlaku secara universal, tidak bergantung pada apa jenis pekerjaannya.

Di milis kimia_indonesia ada beberapa rekan kita yang bekerja pada bidang yang “tidak semestinya”. Simak cerita mereka.

“Saya seorang teknik kimia, sekarang bekerja di bagian Lab. Mikrobiologi. Sekarang saya harus banyak lagi mempelajari hal-hal baru dan harus menyesuaikan dulu dengan pekerjaan yang nantinya akan saya hadapi.”
Ikhsan Guswenrivo

“Saya sendiri dari kimia murni baik S1 maupun S2. Bahkan SMA-pun dari analis kimia. Tapi saya pernah bekerja di lab dan Bagian Produksi.

Memang pada kenyataannya untuk orang kimia murni pada saat bekerja di bagian produksi kita harus banyak buka-buka dulu buku wajibnya orang teknik kimia seperti “Perry’s Chemical Engineers Handbook” dan “Basic Thermodynamics”. Begitu juga orang teknik kimia kalau ditempatkan bekerja di lab harus buka-buka buku wajibnya orang kimia murni. Karena sebetulnya antara orang kimia dan teknik kimia sama-sama punya basis kimia yang kuat, masing-masing menjadi mudah untuk mempelajarinya.

Di bagian Lab maupun Produksi saya menempatkan baik orang kimia murni maupun orang teknik kimia sehingga saling melengkapi. Alhasil kita
punya tim yang solid antara produksi dan lab.”
Miftahudin Maksum
PT. Universal Laboratory
Tj.Uncang Batam (*)

“Saya S1 di kimia MIPA, penelitian saya tentang polimer. Sekarang saya di graduate school, biarpun tetap di bidang kimia, topik penelitiannya beda sekali. Saya harus belajar tentang neuron cell culture, tentang biomaterial, dan lain-lain (research saya tentang surface modification for retinal and cortical implant)”
Paulin Wahjudi
University of Southern California
Department of Chemistry (*)www.chem-is-try.org

Dulu sebenarnya saya ingin kuliah di jurusan kedokteran kemudian prioritas kedua adalah kesehatan masyarakat dan prioritas ketiga adalah manajemen. Tidak pernah terfikir untuk kuliah di jurusan kimia. Tapi ketika undangan seleksi masuk mahasiswa baru (USMI) dari IPB tiba di sekolah saya dan teman – teman serta guru – guru saya mensupport saya untuk mendaftar di IPB saya pun mencoba menceritakan ini pada orangtua saya. Ayah saya setuju dengan niat saya untuk mendaftar di IPB dan ibu saya pun juga mendukung walaupun sebelumnya ibu saya cukup berat untuk melepas anak perempuan satu –satunya merantau jauh untuk menuntut ilmu.

Formulir pendaftran sudah saya dapatkan dan persyaratan – persyaratan pun sudah saya lengkapi. Sehari sebelum hari terakhir pengumpulan formulir beserta berkas – berkasnya saya mulai bimbang. Kolom formulir pemilihan jurusan masih bersih belum terkena tinta setetes pun. Saya mencoba berkonsultasi dengan orangtua dan guru saya. Saat mencoba berdiskusi dengan ayah, beliau bertanya pada saya “kira – kira kamu minatnya ke jurusan apa?” dengan polos dan spontan saya menjawab kimia. Alasannya karena saya memang sudah jatuh cinta dengan kimia dan nilai kimia saya cukup tinggi. Disisi lain peluang masuk juga lumayan besar.

Masalah lain yang membuat saya bimbang waktu memilih jurusan adalah tentang pekerjaan setelah lulus kuliah nanti. Apa ada lowongan pekerjaan untuk lulusan ilmu kimia? Bidangnya seperti apa?

Lulusan ilmu kimia bisa bekerja misalnya di laboratorium, di bidang pendidikan sebagai guru atau dosen, atau di bagian Kendali Mutu (Quality Control) di pabrik.

http://www.dokterkimia.com/search/label/Artikel%20Kimia

Kemudian ayah saya menyetujuinya, kimia sebagai pilihan pertama dan managemen pilahan kedua. Saya sendiri juga tidak tahu kenapa tiba – tiba mulut saya menjawab kata kimia saat ayah saya bertanya tentang minat saya di jurusan apa. Mungkin karena memang hati saya sudah terlanjur cinta dengan kimia dan saya yakin pasti Allah telah memberikan yang terbaik untuk saya yaitu kuliah di jurusan kimia IPB. Dan saya juga yakin apapun yang diberikan Allah pada umatnya adalah yang terbaik.  Oleh karena itu saya akan terus berusaha, berusaha dan terus berdoa. Selalu yakin bahwa Allah yang telah memilihkan saya jalan di sini dan pasti Alllah jugalah yang akan membimbing, meluruskan dan melancarkan jalan saya. amin.

Copyright © 2010-2014 meylindap09's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.2.3, from BuyNowShop.com.